Kamis, 17 Mei 2012

Anjuran Bekerja Untuk Kehormatan Diri


Islam dgn tegas menyatakan bahwa bekerja itu mendapatkan pahala.  Sebab, bekerja dlm konsep Islam merupakan kewajiban akan mendapatkan pahala, sedangkan mereka yg meninggalkannya akan trkena sanksi dosa.  Tentang kewajiban bekerja, Rosululloh SAW bersabda,
“Mencari rezeki yg halal itu wajib sesudah menunaikan yg fardhu (seperti sholat, puasa, & sebagainya).”  (Riwayat Thabrani & Baihaqi)

Islam memberikan apresiasi yg sangat tinggi bagi mereka yg mau berusaha dengan sekuat tenaga dlm mencari nafkah.  Rosululloh pernah ditanya tentang pekerjaan apa yg paling baik.  Beliau mnjawab, “Pekerjaan trbaik adalah usaha seseorang dgn tangannya sendiri & smua perjualbelian yg dianggap baik.” (Riwayat Ahmad & Baihaqi)
Bahkan ketika seseorang merasa kelelahan / capek setelah pulang bekerja, Alloh mengampuni dosa2-nya saat itu juga.  Dalam sebuah hadits Rosululloh SAW bersabda,”Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Alloh.” (Riwayat Ahmad & Ibnu Asakir).
Dgn bekerja, seseorang tdk akan trgantung kpd orang lain.  Bahkan byk orang yg bekerja keras kemudian bias mmbantu orang lainnya.  Orang tersebut sperti mngamalkan sabda Rosululloh SAW, “Tangan di atas, itu lebih baek daripada tangan yg di bawah.  Tangan yg di atas adalah tangan yg memberi & tangan yg di bawah adalah tangan yg meminta-minta.”(Riwayat Bukhari & Muslim)
Islam jg memandang bekerja mencari nafkah sebagai bentuk ibadah sekaligus rasa syukur kpd Alloh.  Ini diterangkan dalam firman Alloh:” Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.” (Saba’ [34]:13)
Sebaliknya orang yg tdk bekerja alias menganggur, selain kehilangan martabat & harga diri di hadapan dirinya sendiri, jg di hadapan orang lain.  Jatuhnya harkat & harga diri akan menjerumuskan manusia pd perbuatan hina, baik di sisi manusia maupun di sisi Alloh.
Dari Abu Abdulloh Az-Zubair bin Al-Awwam, ia berkata, Rosululloh SAW bersabda.”Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung & kembali dgn memikul seikat kayu bakar & mnjualnya, kemudian dgn hasil itu Alloh mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kpd sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak.”(Riwayat Bukhari)
Islam mengajarkan kita utk bekerja agar terhindar dr kemiskinan, karena kemiskinan itu sngat dekat kpd kekufuran.

0 komentar:

Posting Komentar