PASAR BERKAH
“laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak
(pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang,
dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu)
hati dan penglihatan menjadi goncang.” (An-Nuur[24]: 37)
Pasar becek adalah sebutan lain pasar tradisonal. Kondisinya kotor, kumuh, dan selokannya yg
mampet menjadikan pasar tradisional diberi label “Pasar Becek”. Meskipun sudah mulai ditinggalkan pembeli,
pasar ini masih tetap ramai. Bukan semata
karena harga komoditinya murah, tapi di sini ada suasana yg tidak akan prnah
tergantikan oleh pasar modern, dimanapun & sampe kapanpun yaitu hubungan
antar buyer & seller nya sangat personal, bahkan sangat mendalam. Hubungan diantara mereka trjalin bertahun-tahun
& tidak terbatas pada urusan jual beli, di luar mereka seperti saudara,
saling berbagi suka duka. Saat salah
satu menikahkan putra/putri yg laen menghadiri. Mmberi hadiah sepantasnya & mmberi bantuan
secukupnya. Demikian sebaliknya, ketika
yg satu mndapat musibah, yg ikut brduka, memberi pertolongan & mngulurkan
bantuan.
Di pasar modern tak prnah ada suasana sperti di atas. Tidak ada komunikasi langsung antara seller
& buyer, kecuali bagian pelayanan & kasir. Itupun sebatas menginventarisir belanjaan,
mnghitung melalui mesin pnghitung, lalu mnyodorkan struk bayar, nyaris tidak
ada komunikasi. Apalagi sampe tingkatan
tawar menawar harga.
Konon,, soal tawar-menawar itulah yg menjadi ciri pasar
tradisional, & itulah merupakan seni tingkat tinggi.
Saying, dimana-mana pasar tradisional kurang mendapat
perhatian. Selain dibiarkan kumuh, tak
ada pembinaan. Para pedagangnya tidak
pernah diajari bagaimana peningkatan omzet,menarik pembeli & bagaimana
berpromosi. Padahal,potensi pasar
tradisional sangat menjanjikan.
Di sinilah tempat terakhir menangkal kemiskinan. Orang yg tidak lagi mampu mendatangi pasar
tradisional, baik sebagai pmbeli & pedagang, berarti nasibnya sudah
benar-benar miskin ato sangat miskin.
Nabi SAW tidak risih pergi ke pasar tradisional tidak
mengurangi sedikitpun derajat kerasulan-nya.
Itu sebabnya Nabi kerap berbelanja ke pasar untuk memnuhi kebutuhan
sehari-hari.
Bagi pemimpin.kunjungan ke pasar itu sangat penting. Sebab di sini tempat berhimpun &
bermuaranya semua persoalan social, baik yg buruk maupun baik. Di tempat ini berkumpulnya penipuan,
pemalsuan ,& manipulasi.
Tolok ukur tingkat kemiskinan & kesejahteraan rakyat
suatu bangsa dapat terlihat dari pasarnya.
Pokoknya kalo mau mengerti keadaan ekonomi yg sebenarnya suatu
masyarakat, pergilah ke pasar.
Sekarang di saat-saat pasar-pasar tradisional diserbu oleh
pasar modern kapitalis, perlu ada usaha penyelamatan. Jika mereka membuka pasar hingga ke
lorong-lorong gang, maka usaha yg sama bahkan seharusnya lebih besar lagi
dilakukan untuk membuka pasar ini. Bikinlah
pasar sebanyak-banyaknya. Sedotlah pembeli
sebanyak-banyaknya, biarkanlah uang beredar di kalangan rakyat
sebenar-benarnya, STOP MONOPOLI PASAR,
STOP DOMINASI KAPITALIS.

assalamualaikum,mohon izin untuk menyerap ilmunya,mudah2an bermanfaat.Amin