Sabtu, 12 Mei 2012

PASAR BERKAH


PASAR BERKAH

“laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (An-Nuur[24]: 37)
Pasar becek adalah sebutan lain pasar tradisonal.  Kondisinya kotor, kumuh, dan selokannya yg mampet menjadikan pasar tradisional diberi label “Pasar Becek”.  Meskipun sudah mulai ditinggalkan pembeli, pasar ini masih tetap ramai.  Bukan semata karena harga komoditinya murah, tapi di sini ada suasana yg tidak akan prnah tergantikan oleh pasar modern, dimanapun & sampe kapanpun yaitu hubungan antar buyer & seller nya sangat personal, bahkan sangat mendalam.  Hubungan diantara mereka trjalin bertahun-tahun & tidak terbatas pada urusan jual beli, di luar mereka seperti saudara, saling berbagi suka duka.  Saat salah satu menikahkan putra/putri yg laen menghadiri. Mmberi  hadiah sepantasnya & mmberi bantuan secukupnya.  Demikian sebaliknya, ketika yg satu mndapat musibah, yg ikut brduka, memberi pertolongan & mngulurkan bantuan.
Di pasar modern tak prnah ada suasana sperti di atas.  Tidak ada komunikasi langsung antara seller & buyer, kecuali bagian pelayanan & kasir.  Itupun sebatas menginventarisir belanjaan, mnghitung melalui mesin pnghitung, lalu mnyodorkan struk bayar, nyaris tidak ada komunikasi.  Apalagi sampe tingkatan tawar menawar harga.
Konon,, soal tawar-menawar itulah yg menjadi ciri pasar tradisional, & itulah merupakan seni tingkat tinggi.
Saying, dimana-mana pasar tradisional kurang mendapat perhatian.  Selain dibiarkan kumuh, tak ada pembinaan.  Para pedagangnya tidak pernah diajari bagaimana peningkatan omzet,menarik pembeli & bagaimana berpromosi.  Padahal,potensi pasar tradisional sangat menjanjikan.
Di sinilah tempat terakhir menangkal kemiskinan.  Orang yg tidak lagi mampu mendatangi pasar tradisional, baik sebagai pmbeli & pedagang, berarti nasibnya sudah benar-benar miskin ato sangat miskin.
Nabi SAW tidak risih pergi ke pasar tradisional tidak mengurangi sedikitpun derajat kerasulan-nya.  Itu sebabnya Nabi kerap berbelanja ke pasar untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi pemimpin.kunjungan ke pasar itu sangat penting.  Sebab di sini tempat berhimpun & bermuaranya semua persoalan social, baik yg buruk maupun baik.  Di tempat ini berkumpulnya penipuan, pemalsuan ,& manipulasi.
Tolok ukur tingkat kemiskinan & kesejahteraan rakyat suatu bangsa dapat terlihat dari pasarnya.  Pokoknya kalo mau mengerti keadaan ekonomi yg sebenarnya suatu masyarakat, pergilah ke pasar.
Sekarang di saat-saat pasar-pasar tradisional diserbu oleh pasar modern kapitalis, perlu ada usaha penyelamatan.  Jika mereka membuka pasar hingga ke lorong-lorong gang, maka usaha yg sama bahkan seharusnya lebih besar lagi dilakukan untuk membuka pasar ini.  Bikinlah pasar sebanyak-banyaknya.  Sedotlah pembeli sebanyak-banyaknya, biarkanlah uang beredar di kalangan rakyat sebenar-benarnya,  STOP MONOPOLI PASAR, STOP DOMINASI KAPITALIS.

1 komentar:

  • Unknown says:
    25 Juni 2012 pukul 11.27

    assalamualaikum,mohon izin untuk menyerap ilmunya,mudah2an bermanfaat.Amin

Posting Komentar